ANALISIS FLEXING DAN HEDONISME: MEMBENTUK CITRA NEGATIF ASN DI MEDIA SOSIAL

Penulis

  • M.Denny Elyasa Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Kata Kunci:

ASN, Flexing, Hedonisme, Pencitraan, Media Sosial.

Abstrak

Fenomena Flexing dan Hedonisme telah menjadi “tontonan” keseharian masyarakat di era globalisasi saat ini. Masyarakat akan mafhum ketika hal tersebut diperlihatkan oleh para pesohor ataupun pengusaha sukses di negeri ini. Namun, akan dinilai negatif oleh masyarakat ketika hal tersebut diperlihatkan oleh para pejabat dan ASN. Kemajuan teknologi informasi telah menghapus semua sekat informasi yang ada selama ini, sehingga masyarakat saat ini dapat menerima dan menyampaikan informasi secara bebas, cepat dan up to date. Menjadikan flexing dan bergaya hidup hedonis demi membangun sebuah citra diri bukanlah suatu pilihan yang baik buat seorang ASN. ASN sebagai aparatur pemerintah memiliki tugas melayani masyarakat dan menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan, maka gaya hidup seorang ASN akan menjadi cermin dari sikap dan tingkah laku ASN itu sendiri. Media sosial sebagai sebuah medium dalam mengaktualisasikan diri hendaknya dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya tanpa meninggalkan etika, norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

15-04-2023

Cara Mengutip

Elyasa, M. (2023). ANALISIS FLEXING DAN HEDONISME: MEMBENTUK CITRA NEGATIF ASN DI MEDIA SOSIAL. ANDRAGOGI : JURNAL PENDIDIKAN ORANG DEWASA, 11(1), 15–26. Diambil dari https://andragogi.babelprov.go.id/index.php/bkpsdmd/article/view/167

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.