DILEMA ASN ANTARA NETRALITAS, LOYALITAS DAN KARIR

Penulis

  • M.Denny Elyasa Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Kata Kunci:

ASN, Netralitas, Loyalitas, Karir, Pemilu.

Abstrak

ASN harus netral, satu kalimat yang sering kita dengar entah itu dalam diskusi formal ataupun sekedar obrolan di warung kopi. Isu netralitas ASN selalu “digemakan” menjelang pemilu dan pilkada. ASN memiliki daya tarik politik yang kuat bagi semua kekuatan politik yang ada di negeri ini. Hal itu terjadi diberbagai level baik itu di pusat terutama di daerah. ASN mempunyai kekuatan besar namun tersembunyi sehingga mengkhawatirkan banyak pihak ketika ASN tidak mampu menjaga netralitas. Berbagai pihak dan aktor politik berusaha menarik individu ASN masuk ke arena “permainan” politik, terutama dalam pilkada dengan menjanjikan kelancaran karir. Disinilah akan terjadi pertentangan antara netralitas dan loyalitas, terkhusus jika yang menjadi calon adalah petahana. Namun, sekalipun ASN sebagai salah satu kekuatan yang dapat diperhitungkan, sebagai abdi negara yang memiliki tugas melayani masyarakat, daya tawar ASN sangat lemah. Isu ini tidak akan usai selama ASN masih memiliki hak politik untuk memilih.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

20-10-2023

Cara Mengutip

Elyasa, M. (2023). DILEMA ASN ANTARA NETRALITAS, LOYALITAS DAN KARIR. ANDRAGOGI : JURNAL PENDIDIKAN ORANG DEWASA, 11(2), 82–92. Diambil dari https://andragogi.babelprov.go.id/index.php/bkpsdmd/article/view/178

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.